Masjid Al Aqsa Kembali Jadi Sasaran Provokasi, Ketegangan Meningkat

BOGORTODAY.COM – Kompleks Masjid Al Aqsa yang berada di Kota Tua Yerusalem kembali menjadi sorotan akibat meningkatnya ketegangan akibat aktivitas provokatif yang dilakukan sejumlah warga dan pejabat Israel.

Kompleks yang menjadi situs suci bagi tiga agama besar—Islam, Kristen, dan Yahudi—itu belakangan kerap didatangi secara sepihak oleh kelompok Yahudi, termasuk pejabat tinggi pemerintah Israel.

Masjid Al Aqsa, yang merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, telah lama menjadi simbol spiritual dan historis peradaban Islam.

Namun, kehadiran warga Yahudi yang memasuki kompleks tersebut secara provokatif kian memicu ketegangan.

Salah satu peristiwa yang memicu reaksi keras dari umat Islam dunia adalah kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, ke kompleks Al Aqsa.

Dalam kunjungannya yang dilakukan saat Hari Paskah tahun lalu, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Ben Gvir secara terang-terangan mengajak warga Yahudi untuk datang dan beribadah di tempat yang oleh mereka disebut “Temple Mount”.

“Temple Mount adalah tempat paling penting bagi orang Israel, dan kami menekankan kebebasan bagi Muslim dan Kristen,” ujar Ben Gvir, seperti dikutip media lokal.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Meriahkan Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut bukan sebatas simbol kebebasan beragama, melainkan bagian dari strategi sistematis untuk mengklaim dan menguasai situs yang selama ini berada di bawah kontrol umat Islam.

Klaim Yahudi dan Upaya Penguasaan

Menurut laporan Middle East Eye, sebagian penganut Yudaisme meyakini bahwa Masjid Al Aqsa dibangun di atas reruntuhan dua kuil Yahudi kuno yang pernah berdiri pada masa Romawi.

Mereka percaya, pembangunan kembali “Kuil Ketiga” di lokasi tersebut akan menandai turunnya Mesias dan datangnya Hari Penghakiman sebagaimana dinubuatkan dalam ajaran mereka.

Satu-satunya bagian yang tersisa dari Kuil Kedua adalah Tembok Barat, yang kini menjadi tempat paling suci bagi umat Yahudi untuk berdoa.

Namun dorongan untuk bisa beribadah langsung di Temple Mount kian menguat di kalangan ekstremis, yang bahkan tidak segan memasuki area Masjid Al Aqsa dan melakukan penggalian terowongan di bawahnya sejak tahun 1087.

Penggalian ini diyakini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk melemahkan struktur masjid dan mengklaim situs tersebut secara sepihak.

Status Quo Dilanggar?

Sejak Israel menguasai Yerusalem Timur pada 1967, status kompleks Al Aqsa diatur melalui kesepakatan status quo yang menyatakan bahwa pengelolaan dan kontrol atas masjid sepenuhnya berada di tangan umat Islam, melalui Waqf Yordania.

BACA JUGA :  Komitmen Kualitas Pelayanan, Perumda Tirta Pakuan Ikut Rumuskan Solusi Hulu-Hilir PSEL

Pemerintah Israel sendiri telah mengakui kesepakatan ini secara resmi, meskipun pelanggaran berulang kali terjadi di lapangan.

Kunjungan dan aksi provokatif seperti yang dilakukan oleh Ben Gvir dipandang sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut dan mengancam stabilitas kawasan.

Tak jarang, insiden semacam ini berujung bentrokan, penangkapan, hingga eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah Palestina.

Konflik yang Terus Berulang

Ketegangan di kompleks Al Aqsa bukan hanya persoalan keagamaan, tetapi juga simbol dari konflik yang lebih dalam antara Israel dan Palestina.

Masjid Al Aqsa menjadi titik sentral dalam perjuangan identitas dan kedaulatan rakyat Palestina, sementara kelompok-kelompok ekstremis Yahudi memanfaatkannya sebagai alat untuk melegitimasi klaim sejarah mereka.

Sementara itu, komunitas internasional terus menyerukan pentingnya menjaga status quo dan mencegah langkah-langkah sepihak yang bisa memperkeruh situasi. Namun, selama aksi provokatif tetap dibiarkan, kompleks Al Aqsa akan terus menjadi medan ketegangan yang rentan memicu konflik skala besar.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================