
Konsep sekolah ini mengedepankan pendidikan berbasis karakter, disiplin, dan pembinaan mental, dengan sistem asrama serta pemenuhan gizi bagi para siswa.
Erni menyebut bahwa sekolah tersebut telah memberikan kehidupan baru bagi dirinya dan teman-temannya.
“Dengan adanya sekolah rakyat ini, kami bisa merasakan sekolah dengan rutinitas yang kumplit. Makan makanan yang bergizi dan kami bisa menggapai cita-cita kami dengan tenang,” tulis Erni dalam bagian tengah suratnya.
Erni bukanlah siswi biasa. Ia merupakan siswi prestasi MTS Cendikia Muslim Kecamatan Sukajaya, yang memiliki cita-cita besar menjadi guru dan mengabdi di wilayahnya sendiri.
Dalam kesehariannya, Erni dikenal sebagai anak yang pendiam namun tekun belajar. Ia ingin suatu saat nanti dapat kembali ke desanya sebagai pendidik dan membantu anak-anak lainnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
Pendamping Sosial Kecamatan Sukajaya, Sandika Fauzi, mengatakan bahwa Erni merupakan salah satu dari beberapa siswa yang direkomendasikan Kementerian Sosial untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Erni berasal dari keluarga tidak mampu yang terdata sebagai penerima bantuan sosial di Kemensos. Ia pernah bercerita bahwa sejak awal ingin sekali menjadi guru dan membangun pendidikan di kampung halamannya,” ucap Sandika kepada Bogortoday, Selasa (5/8/2025).
Proses rekrutmen siswa untuk program tersebut dimulai sejak Juni 2025, saat Kementerian Sosial mengidentifikasi anak-anak dari keluarga miskin yang terancam putus sekolah. Dari Sukajaya, beberapa nama masuk dalam daftar, termasuk Erni Andayani.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















