Macet Parah di TB Simatupang, Warga: Jalan Kaki Lebih Cepat!

BOGORTODAY.COM – Kemacetan parah kembali melanda ruas Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi (6/8/2025). Arus lalu lintas dari arah Pasar Rebo menuju Fatmawati terpantau padat merayap.

Sejumlah warga yang melintasi jalur tersebut mengeluhkan kondisi lalu lintas yang kian memburuk, bahkan menyebut berjalan kaki lebih cepat dibanding menggunakan kendaraan bermotor.

Imran (57), seorang karyawan swasta yang tinggal di Bintaro, mengaku kelelahan karena setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk berangkat kerja. Ia bahkan memilih berhenti sejenak di warung untuk beristirahat lantaran jenuh terjebak kemacetan.

“Makanya saya kalau udah setengah jam gitu istirahat. Ini ngantuk tadi, mampir dulu mau ngopi ke warung. Sebel juga kalau macet, kayak lebih cepat jalan aja kalau di sini,” ujar Imran saat ditemui di sekitar TB Simatupang.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Menurutnya, kemacetan di jalur tersebut memang sudah menjadi rutinitas setiap pagi. Namun, beberapa waktu terakhir, situasi semakin parah karena adanya proyek galian di sepanjang jalan.

“Ya memang rutinitas. Tambah macet lagi ada galian. Capek saya udah,” tambahnya.

Imran yang kini mendekati usia 60 tahun mengaku sering kelelahan jika harus menghadapi kemacetan tiap hari.

“Faktor ‘U’ juga kalau saya. Kalau masih muda kayak adek ini semangat terus kan. Ke mana-mana, macet juga ayo,” katanya sambil tersenyum.

Keluhan serupa disampaikan Dede (38), seorang pengemudi ojek online. Ia mengatakan titik kemacetan kini tak hanya di kawasan Fatmawati, tapi juga menyebar hingga ke Cibis Park, yang menurutnya menambah beban perjalanan para pengendara.

BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

Macet parah ini. Kan rutinitas macet itu di Fatmawati ya, ini sekarang nambah di Cibis, PR lagi itu. Kita mampir warung dulu beli minum, haus udah lewatin macet,” ujarnya.

Dede mengaku kerap menerima pesanan di kawasan tersebut dan harus menghadapi kepadatan lalu lintas hampir setiap hari.

Menurutnya, penambahan titik kemacetan sangat mengganggu produktivitas para pekerja lapangan.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kemacetan, terutama yang disebabkan oleh proyek galian yang tak kunjung selesai.

Selain memperlambat arus kendaraan, kondisi tersebut juga berdampak pada waktu tempuh, kesehatan, hingga tingkat stres para pengendara.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================