
Ketika seorang siswa menyebut permainan Roblox, Mu’ti langsung memberi peringatan. “Itu jangan main yang itu, karena itu tidak baik ya,” katanya.
Kasus Internasional: Turki Sudah Blokir Roblox
Kekhawatiran terhadap game Roblox ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Pada Agustus 2024, Pemerintah Turki memutuskan untuk memblokir akses Roblox di negaranya. Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai konten bermasalah di dalam platform, termasuk dugaan eksploitasi seksual terhadap anak-anak.
Menurut laporan Turkiye Today, sejumlah masalah yang ditemukan mencakup pesta virtual yang mempromosikan pedofilia, distribusi mata uang virtual (robux) oleh akun bot, serta keberadaan situs judi ilegal dan taktik predator lainnya.
Pemerintah Turki menilai Roblox sulit diawasi dan diatur, sehingga dianggap membahayakan anak-anak.
Langkah Turki ini juga menjadi bagian dari kebijakan sensor digital yang lebih luas. Roblox menjadi salah satu dari beberapa platform besar yang diblokir, termasuk Instagram, yang dibatasi setelah adanya dugaan penyensoran terhadap isu Palestina.
Apa Itu Roblox?
Roblox adalah platform permainan daring (online) yang memungkinkan penggunanya — termasuk anak-anak — untuk bermain sekaligus menciptakan game sendiri dalam dunia virtual.
Didirikan oleh Roblox Corporation pada tahun 2006, platform ini kini memiliki jutaan game buatan pengguna dari berbagai genre, mulai dari petualangan hingga simulasi kehidupan.
Kelebihan Roblox terletak pada interaktivitas dan kreativitas, sehingga banyak anak tertarik. Namun, karena sifat terbukanya, platform ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam hal moderasi konten.
Pemerintah Diminta Tegas dan Bijak
Tanggapan Prasetyo Hadi dan Abdul Mu’ti menunjukkan bahwa pemerintah semakin serius mengawasi dampak konten digital terhadap anak-anak.
Namun, sejumlah pihak meminta pemerintah bersikap bijak dengan melibatkan edukasi digital kepada orang tua dan sekolah, serta peningkatan sistem klasifikasi dan pengawasan konten, ketimbang hanya mengandalkan pelarangan.
Langkah pengawasan ini dinilai penting untuk menyeimbangkan antara perlindungan anak dan hak akses terhadap teknologi yang sehat dan bermanfaat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















