Kota Bogor Dirancang Sebagai Kota Hijau Sejak Awal Berdiri

Dalam sambutannya, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan bahwa menjaga pusaka tidak hanya sebagai obyek, tetapi sebagai proses sosial yang hidup serta harus dirawat lewat dialog, partisipasi, dan keberanian.

Nilai-nilai dasar, ditekankan Sri Sultan Hamengku Buwono X harus menjadi jangkar, tetapi cara menjaganya perlu terus berkembang, lebih inklusif, responsif, dan lebih berakar pada kesadaran kolektif masyarakat kota itu sendiri.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Kebijakan Daerah Berlandaskan Pancasila

“Karena sejatinya, yang ingin dirawat bukan hanya obyek, tetapi jati diri yang terus hidup di dalamnya,” ungkapnya.

Ia percaya, JKPI punya peran strategis untuk menjadi lokomotif dalam proses ini, bukan hanya sebagai penjaga pusaka, tetapi sebagai penggerak yang mampu menempatkan warisan sebagai sumber daya nilai dalam membentuk masa depan kota secara cerdas, beretika, dan kontekstual.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

“Sehingga mari kita pastikan bahwa Rakernas JKPI 2025 ini dapat memantapkan arah bersama, agar pelestarian yang kita lakukan bukan hanya reaktif, administratif, atau simbolik, melainkan benar-benar menyentuh jantung kehidupan masyarakatnya. Sebab kota pusaka adalah kota yang hidup dan menghidupi, yang bukan hanya berdiri, tapi juga bermakna,” tutupnya.***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================