KSTI 2025: Ribuan Peneliti dan Presiden Prabowo Bahas Masa Depan Sains dan Teknologi Indonesia

Sindiran Satir soal Tukin Dosen

Dalam suasana yang lebih santai namun tetap tajam, Sri Mulyani juga menyinggung permasalahan tunjangan kinerja (tukin) yang kerap menjadi sorotan para pendidik dan peneliti.

“Beberapa bulan lalu ada demo karena dosen tak dapat tukin. Tapi saya yakin, yang hadir di sini bukan dosen yang demo. Pak Brian yang biasa ngurusin penelitian kelas dunia, sekarang harus ngurusin tukin dosen. Tapi, mungkin itu yang bisa bikin Pak Brian menang Nobel,” ujarnya disambut tawa hadirin.

BACA JUGA :  Kota Bogor Sabet Opini WTP Ke-10 dari BPK Jabar

Hadirkan Ilmuwan Peraih Nobel

Selain tokoh nasional, acara ini juga menghadirkan dua penerima Nobel Fisika, yakni Konstantin Novoselov dan Brian Schmidt, sebagai pembicara utama.

Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri dan memperkuat posisi konvensi ini sebagai forum ilmiah bergengsi di tingkat internasional.

Kolaborasi untuk Masa Depan Indonesia

Konvensi ini juga dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Bappenas Rachmat Pambudy.

BACA JUGA :  PERAN AKIDAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM

Kehadiran lintas kementerian ini memperlihatkan tekad pemerintah membangun sinergi lintas sektor demi mendorong Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi inovatif dan teknologi maju.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 menjadi momentum penting dalam peta jalan Indonesia menuju kedaulatan teknologi dan perekonomian berbasis inovasi.

Dengan keterlibatan langsung Presiden, para menteri, akademisi, dan ilmuwan kelas dunia, acara ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat fondasi masa depan melalui penguasaan sains dan teknologi.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================