
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua, khususnya generasi penerus, akan pentingnya menghargai jasa para pahlawan. Seperti pesan ‘Jas Merah’ jangan sekali-kali melupakan sejarah.” tegas Ae.
Ia juga menekankan filosofi yang menjadi semangat kegiatan ini yang merupakan bagian mempertahankan cerita sejarah para pejuang kemerdekaan terdahulu.
“Generasi sekarang jangan hanya ‘merasa yang ter’- terbaik, terhebat, tertinggi -tetapi harus bisa ‘ter merasa’, yakni memiliki kepekaan dan empati terhadap perjuangan para pendahulu,” ucapnya.
Terkait kehadiran Bupati dalam istigosah dan kemungkinan menginap di Malasari, Ae menyebut masih bersifat tentatif. Namun masyarakat menyambut dengan harap besar.
“Tak ada rakyat yang tidak rindu bertemu pemimpinnya. Harapan tentu ada, mudah-mudahan beliau berkenan hadir,” ujarnya.
Selain prosesi sakral, beragam kegiatan sosial juga akan digelar di halaman Kantor Kecamatan Nanggung, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Nikah Massal Gratis. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan layanan sosial.
“Untuk GPM, harga kebutuhan pokok akan dijual di bawah harga pasar, sesuai program unggulan Bupati. Kegiatan ini sudah berjalan rutin setiap bulan,” pungkas Ae.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















