
“Bersama PLN dan Danantara Indonesia, kami siap mempercepat realisasi proyek strategis yang berkontribusi langsung terhadap target transisi energi nasional,” tambahnya.
Selain MoU induk, juga ditandatangani Head of Agreements antara PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLNIP) terkait kerja sama pengembangan pembangkit listrik panas bumi, serta Perjanjian Konsorsium untuk pengadaan Independent Power Producer (IPP) Project Cogen di Ulubelu BU 30 MW dan Lahendong BU 15 MW.
Simon menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia dengan total mencapai 24 Giga Watt (GW), namun saat ini baru dimanfaatkan sekitar 2,5 GW.
“Mari kita gunakan peluang emas ini untuk mempercepat pengembangan panas bumi sebagai energi bersih dan andal,” ujarnya.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi pengembangan energi terbarukan dari hulu hingga hilir, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperkuat pencapaian target net zero emission 2060.
Pertamina sendiri menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.
Sinergi antara Pertamina, PLN, dan Danantara menjadi wujud nyata kolaborasi antar-BUMN untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan Indonesia dan menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















