Hayam Wuruk: Raja Muda yang Membawa Majapahit ke Masa Keemasan

Hayam Wuruk
Hayam Wuruk Raja Muda yang Membawa Majapahit ke Masa Keemasan. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM Hayam Wuruk naik tahta Majapahit pada usia yang sangat muda, menggantikan ibunya, Tribhuwana Tunggadewi. Peristiwa bersejarah ini menandai awal dari salah satu masa kejayaan terbesar dalam sejarah Nusantara.

Tribhuwana Tunggadewi sendiri merupakan perempuan pertama yang memerintah Majapahit. Putri dari Raden Wijaya—pendiri kerajaan ini—ia memimpin dengan kebijaksanaan dan ketegasan, didampingi Mahapatih Gajah Mada.

Naik tahta setelah kemangkatan ibunya, Gayatri Rajapatni, Tribhuwana memerintah hingga tahun 1351 M sebelum kembali menjadi Bhre Kahuripan.

Pada usia 16 tahun, Hayam Wuruk telah ditetapkan sebagai raja muda meski belum menikah. Setahun kemudian, ia resmi menjadi raja menggantikan sang ibu.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Lahir pada tahun 1334 M, kelahirannya diiringi peristiwa luar biasa: letusan Gunung Kelud, gempa bumi di Panbanyu, dan ikrar Sumpah Palapa oleh Gajah Mada. Momen ini dipercaya sebagai simbol kebangkitan spiritual dan politik Majapahit.

Sebagai raja, Hayam Wuruk tak hanya dikenal karena kepemimpinannya. Ia memiliki hobi unik: menari, menjadi dalang, dan tampil sebagai pelawak wayang. Dalam seni pedalangan, ia dikenal dengan nama Tirtaraju.

Saat menari, ia kerap memerankan tokoh perempuan bernama Pager Antimun, sedangkan sebagai pelawak, ia memerankan Gagak Ketawang di pementasan istana.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Menurut catatan Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, Hayam Wuruk memimpin selama 39 tahun dengan gelar Abhiseka Maharaja Sri Rajasanagara.

Gelar ini menegaskan garis keturunannya dari Dinasti Rajasa, yang berawal dari Ken Arok, pendiri Kerajaan Singhasari.

Di bawah kepemimpinannya dan didukung oleh visi besar Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaan, menyatukan wilayah luas Nusantara.

Kepemimpinan muda Hayam Wuruk menjadi bukti bahwa kematangan politik tidak selalu ditentukan oleh usia, melainkan oleh visi, keberanian, dan dukungan yang tepat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================