
“Bisa untuk berbagai kebutuhan, tidak hanya komersial. Banyak kemungkinan yang bisa dikembangkan di sini,” jelasnya.
Dapat Restu Gubernur DKI
Farchad mengungkapkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memberikan persetujuan untuk proyek ini.
Bundaran HI akan menjadi titik awal pengembangan ruang multifungsi yang nantinya terkoneksi ke sejumlah bangunan di sekitar kawasan tersebut, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat.
“Ke depannya, pengembangan seperti ini tidak hanya di Bundaran HI, tapi bisa di kawasan lain juga. Kita awali dengan proyek ini agar perjalanan masyarakat di sekitar Bundaran HI lebih nyaman dan terintegrasi,” tambahnya.
Jejak Proyek TOD MRT Jakarta
Sejak beroperasi, MRT Jakarta telah menggarap sejumlah proyek TOD yang mengubah wajah transportasi dan ruang publik di ibu kota, antara lain:
- Kendal Tunnel Pedestrianization (2019)
- Sudirman-Thamrin Sidewalk (2019)
- Cakra Selaras Wahana Integration Blok M–Sisingamangaraja (2021)
- Marta Tiahahu Literacy Park (2022)
- Pedestrian Skybridge Lebak Bulus (2022)
- Transit Plaza Lebak Bulus (2022)
- Transport Hub Dukuh Atas (2023)
- Blora-Kendal Pedestrianization Dukuh Atas (2023)
- Dukuh Atas Skybridge (Agustus 2023)
- Pati–Juanda Street Realignment Dukuh Atas (2023)
- Kudus Park Dukuh Atas (2023)
- Blok M Hub (2025)
Dengan berbagai pengembangan tersebut, MRT Jakarta berharap konsep TOD dapat menciptakan konektivitas yang lebih baik, ruang publik yang nyaman, serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan di Jakarta.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















