Bupati Bogor Pimpin Kirab Bendera Pusaka, Tekankan Komitmen Bangun Daerah

BOGORTODAY.COMBupati Bogor Rudy Susmanto memimpin prosesi penjemputan bendera pusaka Kabupaten Bogor dari Rumah Sejarah Bupati Pertama, Raden Ipik Gandamana, di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Sabtu (9/8/2025).

Bendera tersebut akan dikirab menuju Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Cibinong, dan ditargetkan tiba di Stadion Pakansari pada 16 Agustus malam.

Prosesi penjemputan turut dihadiri Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, jajaran Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dandim 0621/Kabupaten Bogor serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan dari semarak kemerdekaan kali ini, kirab akan dilakukan oleh paskibraka yang membawa bendera pusaka tersebut akan berhenti di setiap kecamatan.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalis 2026 di Cisarua, Dorong Literasi Digital Masyarakat

“Dalam perjalanan, bendera pusaka akan dibawa oleh pasukan pengibar bendera Paskibraka dan berhenti di tiap-tiap kecamatan yang dilalui,” ujar Rudy.

Setiap pemberhentian kirab akan diisi dengan pelayanan publik terpadu dari Pemkab Bogor, mulai dari administrasi kependudukan, pengobatan gratis, gerakan pangan murah, hingga pelayanan pembuatan SIM gratis bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta program pelayanan lainnya.

Rudy menegaskan, kegiatan ini adalah wujud nyata pengisian kemerdekaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dengan menghormati simbol-simbol negara.

“Tetapi kami Pemkab Bogor berpesan, pendapat apapun itu yang terpenting jangan sentuh bendera, jangan sentuh Pancasila, jangan sentuh UUD. Itu adalah ideologi dan landasan kita bersama yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pejuang kita,” tegasnya.

BACA JUGA :  OSN-K 2026 Segera Digelar, Peserta Wajib Pahami Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku

Menurutnya, semarak peringatan kemerdekaan harus dibarengi dengan langkah nyata membangun daerah, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan hingga ke pelosok desa.

“Bukan hanya memperhatikan, tetapi direalisasikan. Ini tanggung jawab saya bersama Pak Ade Ruhandi. Kami melanjutkan perjuangan Raden Ipik Gandamana. Perjuangan kami hari ini bukan lagi menenteng bambu runcing, tapi mengisi kemerdekaan dengan keringat dan karya nyata,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================