Tidak BAB Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli tentang Frekuensi Normal Buang Air Besar

BOGORTODAY.COM – Tidak semua orang buang air besar (BAB) setiap hari, dan hal ini sering memicu kekhawatiran: apakah tubuh sedang tidak sehat atau ada masalah pencernaan? Menurut para ahli, Anda tidak perlu panik. BAB setiap hari bukan satu-satunya tanda usus yang sehat.

Ahli gizi dan dietisien asal AS, Amanda Sauceda, mengatakan bahwa seseorang tetap bisa memiliki saluran pencernaan yang sehat meski tidak BAB setiap hari.

“Setiap orang punya versi normal yang berbeda-beda. Jika kita menganggap BAB sebagai cara membuang sampah dari tubuh, maka yang terpenting adalah rutinitasnya,” ujarnya, dikutip dari Eating Well.

Dalam dunia medis, frekuensi BAB yang dianggap normal adalah antara tiga kali seminggu hingga tiga kali sehari, selama konsistensinya lunak, bentuknya baik, dan tidak menimbulkan keluhan.

Jadi, selama Anda rutin, meskipun tidak setiap hari, dan tidak merasa tidak nyaman, kondisi itu masih dalam batas sehat.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

Bagaimana Prosesnya di Dalam Tubuh?

Begitu makanan masuk ke mulut, sistem pencernaan memecahnya menjadi nutrisi. Sisa yang tidak dibutuhkan akan menjadi limbah dan disimpan di usus besar hingga waktunya dikeluarkan.

Jika jarang BAB, ada risiko munculnya keluhan seperti perut kembung, bergas, atau feses yang mengeras.

Fermentasi di usus akibat feses terlalu lama tertahan dapat menghasilkan gas berlebih. Menurut ahli diet Jenna Volpe, kondisi ini juga bisa mengubah komposisi mikrobioma usus, di mana orang yang sering konstipasi memiliki bakteri usus berbeda dibanding mereka yang BAB teratur.

Selain itu, feses yang terlalu lama di dalam usus bisa menjadi kering dan keras, sehingga menyebabkan nyeri saat BAB, bahkan memicu wasir atau luka pada anus (anal fissure).

Benarkah Feses yang Tertahan Jadi Racun?

BACA JUGA :  Ayah Korban Anjing Pemburu di Jasinga Tempuh Jalur Hukum

Ada mitos bahwa jarang BAB membuat racun menumpuk di tubuh dan memicu penyakit. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Tubuh dirancang untuk mengelola limbah secara efisien dengan bantuan sistem imun dan mikrobioma usus.

Para ahli mengingatkan untuk tidak mudah tergiur produk “detoks” atau colon cleanse yang mengklaim dapat membersihkan racun dari usus. Metode seperti ini justru bisa menghilangkan bakteri baik yang dibutuhkan pencernaan.

Kapan Harus Waspada?

Kebiasaan BAB baru dianggap bermasalah bila Anda tidak BAB lebih dari tiga hari dan mengalami gejala seperti:

  • Perut kembung
  • Gas berlebihan
  • Feses keras dan kering
  • Rasa tidak tuntas setelah BAB

Jika gejala ini muncul, sebaiknya lakukan perubahan gaya hidup seperti meningkatkan asupan serat, minum cukup air, dan berolahraga. Bila keluhan tidak membaik, konsultasikan ke tenaga medis.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================