Beras hingga Minyak Goreng Laris Manis di Gerakan Pangan Murah Pemkab Bogor

BOGORTODAY.COM – Harga bahan pokok di Kabupaten Bogor terus merangkak naik dalam dua bulan terakhir. Untuk meredam beban warga, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar program Gerakan Pangan Murah di Aula Kantor Kecamatan Citeureup, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga pasar.

Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan warga, mayoritas ibu rumah tangga sudah memadati halaman aula. Mereka datang membawa kantong belanja, sebagian menggendong anak, demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran.

Antrean mulai terbentuk bahkan sebelum pintu penjualan dibuka pukul 08.00 WIB. Begitu loket dibuka, antrean bergerak cepat. Suara warga yang memanggil anggota keluarga bercampur dengan instruksi petugas yang mengatur pembelian agar tertib.

Produk yang dijual pun beragam. Minyak goreng kemasan 1 liter dijual Rp16.000, lebih murah dibanding harga pasar Rp19.500. Beras premium 5 kilogram dibanderol Rp60.000, selisih Rp20.000 dari harga pasar yang sudah mencapai Rp80.000.

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

Telur ayam dijual Rp25.000 per kilogram, lebih rendah Rp4.000 dari harga umum. Selain itu, tersedia gula pasir, daging ayam, daging sapi, dan sayuran segar yang juga dibanderol di bawah harga pasaran.

“Alhamdulillah bisa beli beras sama minyak lebih murah. Selisihnya lumayan, Rp2.000 sampai Rp3.000. Minyak di warung 18–19 ribu. Sembako ini sangat bermanfaat dan menunjang kebutuhan kami,” ujar Umiyati, warga Citeureup kepada bogortoday.com

Ia sengaja berangkat lebih awal kali ini karena khawatir kehabisan stok. Kekhawatirannya terbukti, sebab pada jam tersebut sebagian barang sudah habis. Sambil tersenyum dan memegang erat kantong berisi beras serta minyak goreng, ia menuturkan bahwa keterlambatan sedikit saja bisa membuatnya tidak kebagian.

Bagi warga berpenghasilan rendah, selisih harga seperti itu sangat berarti. Uang yang dihemat bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak atau pembayaran tagihan bulanan.

“Sekarang semua serba naik, mulai dari beras, telur, sampai cabai. Kalau ada kegiatan seperti ini jelas membantu banget,” kata Umiyati.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Raihan WTP Dua Kali Berturut-turut

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk intervensi langsung untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

“Kami akan menggelar kegiatan ini secara berkala di berbagai kecamatan, agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ujar perwakilan DKP.

Data DKP mencatat, lonjakan harga bahan pokok di Kabupaten Bogor dipengaruhi faktor musim, distribusi, dan kenaikan harga di tingkat produsen. Intervensi melalui gerakan pangan murah diharapkan mampu menekan inflasi pangan lokal serta melindungi daya beli masyarakat.

Sekitar pukul 10.00 WIB, sebagian besar stok barang habis terjual. Warga yang datang terlambat hanya bisa menyaksikan sisa aktivitas.

“Mudah-mudahan lebih sering diadakan dan stoknya lebih banyak, jadi semua warga bisa kebagian,” keluh Siti, warga lain yang tidak kebagian minyak goreng. (CR4)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================