
“Alhamdulillah, saya bangga. Ribuan masyarakat hadir dengan penuh semangat, bahkan ada yang rela berjalan kaki 8 sampai 10 kilometer demi bisa menjadi saksi pengibaran bendera merah putih. Ini bukti bahwa jiwa nasionalisme di desa kami tetap hidup,” kata Ujang yang akrab disapa Apih Ujang.
Selain upacara pengibaran bendera, perayaan juga dimeriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan. Warga yang datang disuguhkan tarian tradisional khas Sunda, perlombaan rakyat yang melibatkan anak-anak hingga orang tua, serta hiburan musik yang membuat suasana semakin meriah.Apih Ujang juga mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya sekadar acara seremonial. Tetapi juga jadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antarwarga.
Meski sederhana, semangat kebersamaan yang tercermin dalam perayaan ini menjadi potret nyata bagaimana masyarakat pedesaan menjaga tradisi dan nilai perjuangan.
“Seperti halnya para pendahulu yang berkorban demi merebut kemerdekaan, warga Desa Cileuksa turut memberikan teladan bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk disyukuri bersama,” pungkasnya.
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















