Sejarah Kerupuk: Dari Abad ke-9 Hingga Jadi Ikon Lomba 17 Agustus

Pengusaha Kerupuk Pertama di Indonesia

Perjalanan kerupuk sebagai industri dimulai pada awal abad ke-20. Pada tahun 1930, muncul pengusaha kerupuk terkenal asal Tasikmalaya, Sahidin dan Sukarma.

Mereka berjualan kerupuk di Jalan Kopo, depan Rumah Sakit Emanuel Bandung, dan usaha mereka begitu sukses hingga nama keduanya diabadikan menjadi nama jalan. Dari pabrik kerupuk milik Sahidin dan Sukarma pula banyak buruh yang kemudian mandiri dan membuka usaha kerupuk sendiri.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Filosofi Kerupuk dalam Lomba 17 Agustus

Selain soal rasa, kerupuk juga punya makna simbolis dalam sejarah Indonesia. Dalam perayaan Hari Kemerdekaan, lomba makan kerupuk selalu jadi favorit masyarakat.

Ternyata, pemilihan kerupuk sebagai ikon lomba punya filosofi mendalam. Kerupuk merepresentasikan kesederhanaan rakyat di masa penjajahan, ketika banyak orang hanya bisa makan nasi dengan kerupuk untuk bertahan hidup.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Lomba makan kerupuk mengingatkan generasi sekarang pada perjuangan dan kondisi sulit masa lalu. Lewat lomba ini, masyarakat diajak untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus tetap menjaga semangat kebersamaan.

Kerupuk bukan cuma soal renyahnya saat digigit. Dari prasasti kuno, meja makan rakyat, hingga arena lomba 17 Agustus, kerupuk adalah cerita panjang tentang budaya, ketahanan, dan identitas Indonesia.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================