Kondisi Memilukan di Kabandungan: Balita Meregang Nyawa Karena Infeksi Cacing

Cacing juga terdeteksi di saluran pernapasan R. “Kalau pasien tidak sadar, cacing bisa bebas bergerak, termasuk ke saluran napas, hidung, hingga feses. Sarang utamanya tetap di usus,” tambahnya.

Kondisi lingkungan tempat tinggal R diduga ikut memperburuk situasi. Ia tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya, dan sering bermain tanpa alas kaki.

Komplikasi TB

Selain infeksi cacing, dokter menduga R juga mengalami komplikasi tuberkulosis meningitis. “Orang tua pasien sedang menjalani pengobatan TB paru, kemungkinan ada kaitan infeksi ganda antara cacing dan TB,” kata Irfan.

BACA JUGA :  Tanggapi Penolakan Warga Soal Jalan R3, DPUPR Minta Tempuh Jalur Pengadilan

Sayangnya, kondisi kritis sejak awal membuat obat cacing tidak bekerja optimal. “Pasien sudah amat sangat terlambat dibawa ke rumah sakit. Pada akhirnya, R meninggal dunia pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB,” tutupnya.

Kesaksian Keluarga

Edah (40), kerabat korban, membenarkan kondisi mengenaskan tersebut. Ia bahkan menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung R saat di IGD.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Percepat Penanganan 6.500 Rumah Tidak Layak Huni

“Iya, satu dari hidung memang ada, saya lihat sendiri. Awalnya dikira alat dari rumah sakit, tapi ternyata cacing,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius tentang bahaya penyakit parasit yang masih rentan menyerang masyarakat dengan sanitasi dan lingkungan kurang sehat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================