Minyak Goreng-Telur Jadi Primadona Warga Sukamakmur di Gerakan Pangan Murah

BOGORTODAY.COM – Antusiasme warga Kecamatan Sukamakmur memadati lapangan desa saat digelarnya Gerakan Pangan Murah, Rabu (20/8/2025). Program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir bulan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli tetap stabil.

“Kami ingin warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Rudy dalam sambutannya.

Rudy juga memberikan apresiasi kepada Camat Sukamakmur, Bakri Hasan, yang akan memasuki masa purna tugas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bakri Hasan atas pengabdian beliau selama sepuluh tahun melayani masyarakat. Momentum ini menjadi yang terakhir kita bersama-sama di Kecamatan Sukamakmur,” ucapnya.

Siti Miraswati alias Idas, warga Desa Sirnakaya, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah. Ia membeli minyak goreng, telur, dan sayuran dengan harga lebih rendah dibandingkan di warung.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Hibahkan Tanah ke Paspampres, Langkah Nyata Dukung Kesejahteraan Prajurit Pengawal Presiden

“Beli minyak, telur, sama sayuran. Kalau beras enggak beli, karena di masjid biasanya ada bantuan,” kata Idas kepada bogortoday.com

Idas berharap program pangan murah ini dapat digelar rutin setiap bulan. “Kalau bisa sering-sering, biar warga terbantu,” ujar Idas.

Menurutnya, harga minyak goreng satu liter dijual Rp14.500, lebih murah sekitar Rp3.000 dibanding harga pasar. Telur juga dijual lebih rendah dari kisaran Rp28.000–Rp30.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Hal serupa disampaikan Fitriah, warga Desa Sukamakmur. Ia menyebut komoditas yang paling cepat habis diburu warga adalah minyak goreng, gula pasir, terigu, dan telur.

“Kalau beras kurang diminati karena banyak warga punya sawah sendiri. Bahan pokok lain yang lebih cepat habis,” jelasnya.

BACA JUGA :  Wabup Bogor Sebut WTP Dua Kali Berturut-turut Bukti Akuntabilitas Pemkab

Bagi Fitriah, perbedaan harga antara pasar murah dan warung bisa mencapai Rp3.000–Rp4.000 per item.

“Lumayan jauh bedanya, makanya warga ramai-ramai belanja di sini.Menariknya, komoditas daging yang turut disubsidi justru sepi peminat, karena warga desa lebih mengutamakan bahan pokok yang lebih mendesak,” tambahnya.

Harga bahan pokok di pasar murah antara lain, gula pasir Rp14.500/kg, telur Rp24.500/kg, minyak goreng Rp16.000/liter, tepung terigu Rp9.000/kg, aneka cabai Rp10.000–Rp15.000 per pack, serta aneka bawang Rp10.000–Rp15.000 per pack.

Selain pangan murah, rangkaian kegiatan di Kecamatan Sukamakmur juga menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, dan berbagai layanan sosial lainnya, sehingga warga bisa sekaligus mengurus kebutuhan penting di tempat yang sama. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================