Sri Mulyani Bantah Ucapan “Guru Beban Negara”, Sebut Video Itu Hasil Deepfake

Deepfake adalah hasil rekayasa AI yang bisa menciptakan video atau audio baru seolah-olah orang tertentu mengucapkan atau melakukan sesuatu, padahal kenyataannya tidak pernah terjadi.

Istilah deepfake sendiri berasal dari gabungan kata deep learning (pembelajaran mesin tingkat lanjut) dan fake (palsu).

Teknologi ini pertama kali populer sekitar tahun 2017, ketika muncul di forum Reddit lewat video manipulasi wajah selebriti.

Deepfake bekerja dengan dua algoritma AI:

  • Satu algoritma membuat replika gambar atau suara,
  • Sementara algoritma lain bertugas mendeteksi perbedaan dengan versi asli.
BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

Keduanya saling memberi umpan balik hingga tercipta konten yang sulit dibedakan dari kenyataan.

Tak hanya wajah, suara manusia pun bisa ditiru dengan memberikan data audio asli ke model AI. Hasilnya, seseorang bisa “dibuang-buangin” ucapan yang tidak pernah ia lontarkan.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

Dampak Sosial dan Politik

Meski teknologi ini punya potensi positif di bidang film atau hiburan, deepfake sering kali digunakan untuk motif jahat, seperti menyebarkan misinformasi, menjatuhkan reputasi tokoh publik, atau bahkan mengganggu stabilitas politik.

Kasus yang menimpa Sri Mulyani menjadi contoh nyata bagaimana kejahilan teknologi AI bisa menimbulkan kebingungan publik jika tidak disikapi dengan kritis.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================