
Pergantian konteks yang terlalu sering dapat memengaruhi korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang berperan mengatur perilaku, emosi, dan pemikiran. Aktivitas scrolling terus-menerus bisa mengurangi kemampuannya dalam menyimpan serta mengolah informasi.
Hasil studi MRI menemukan bahwa peningkatan penggunaan layar pada remaja berhubungan dengan penipisan korteks. Karena korteks prefrontal masih berkembang hingga usia 20-an, konsumsi video pendek bisa mengganggu kemampuan menilai dan mengatur informasi.
Semakin sering otak diberi rangsangan instan dari konten singkat, semakin sulit baginya menikmati aktivitas yang lebih lambat dan penuh konsentrasi. Membaca panjang, mengerjakan proyek, atau sekadar duduk tenang bisa terasa membosankan.
Para ahli saraf menilai perubahan ini serupa dengan gangguan kognitif akibat alkohol. Dalam dua kondisi tersebut, otak kehilangan kemampuan menjaga fokus dan mengatur perilaku, sehingga aktivitas sederhana terasa lebih melelahkan.
Dalam studi disebutkan bahwa transmisi sinaptik yang bergantung pada neurotransmiter menjadi terganggu. Hal ini juga terkait dengan kondisi adiksi lain, seperti ketergantungan nikotin maupun alkohol.
Seiring waktu, paparan konten singkat yang terus-menerus dapat mengubah pola pikir. Otak lebih mencari kepuasan instan, sementara kemampuan untuk berpikir mendalam dan berkesinambungan semakin menurun.(mg2)
Editor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















