
EIGER menegaskan pemanfaatan lahan tetap terkendali. Di TNGGP, hanya 1,7 persen dari total izin yang digunakan dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 0,5 persen, jauh di bawah batas maksimal 10 persen. Sementara di lahan PTPN, pemanfaatan untuk jalan dan fasilitas hanya 25,2 persen dengan KDB 9 persen, sehingga lebih dari 90 persen area tetap menjadi ruang hijau.
Pengembangan kawasan ini juga melibatkan para pakar dan akademisi lintas bidang guna memastikan keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial-ekonomi. Dari sisi ekonomi, lebih dari 500 tenaga kerja dilibatkan, dengan sekitar 300 orang berasal dari masyarakat lokal. Saat beroperasi penuh, kawasan ini ditargetkan mampu menyerap lebih dari 1.200 tenaga kerja.
Tak hanya itu, perusahaan juga berkomitmen mengalokasikan lima persen laba bersih untuk pelestarian alam, budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Imanuel menekankan, momentum 80 tahun Indonesia merdeka menjadi simbol penting bagi EIGER untuk memperkuat peran ekowisata.
“Mimpi kami, EIGER Adventure Land bisa menjadi solusi nyata yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara, sekaligus menjaga kelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














