BOGORTODAY.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa pemikiran almarhum Buya Ahmad Syafii Ma’arif tetap relevan untuk peradaban bangsa hingga saat ini.
Hal itu ia sampaikan saat berziarah ke makam Buya Syafii Ma’arif di Taman Makam Husnul Khotimah, Kompleks Pemakaman Muhammadiyah, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (21/8/2025).
Dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Fadli didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Protokol dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda.
“Alhamdulillah pada sore hari ini saya berkesempatan untuk berziarah ke makam seorang tokoh nasional, tokoh Muhammadiyah yang saya kenal baik, Buya Syafii Ma’arif, yang juga seorang sejarawan. Beliau seorang tokoh dengan pandangan negarawan, terutama terkait persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).
Warisan Intelektual Buya Syafii
Fadli menuturkan bahwa dirinya mengenal Buya Syafii secara pribadi selama lebih dari dua dekade. Keduanya bahkan pernah melakukan perjalanan bersama ke berbagai negara.
Ia menilai pemikiran dan tulisan Buya Syafii menjadi inspirasi penting dalam membaca perjalanan sejarah Indonesia secara jernih dan obyektif.
“Pandangan-pandangan beliau terutama terkait masalah kebangsaan sangat relevan. Beliau juga seorang sejarawan yang mumpuni, yang bisa memotret sejarah Indonesia dengan jelas. Banyak tulisan beliau yang sangat menginspirasi,” tambah Fadli.
Buya Ahmad Syafii Ma’arif (1935–2022) dikenal luas sebagai pemikir besar Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi, pluralisme, dan persatuan bangsa.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1998–2005, serta dikenal karena keberaniannya menyuarakan keadilan sosial dan sikap moderat dalam beragama.
Semasa hidupnya, Buya aktif menulis, berdiskusi, dan hadir dalam berbagai forum intelektual di dalam maupun luar negeri.
Ziarah Sebagai Penghormatan
Selain menjadi tempat peristirahatan Buya Syafii, kompleks pemakaman Muhammadiyah di Kulon Progo juga menjadi lokasi dimakamkannya sejumlah tokoh persyarikatan. Di kawasan tersebut turut berdiri sebuah musala yang dinisbatkan kepada nama Buya Syafii Ma’arif.
Fadli berharap area tersebut dapat menjadi destinasi ziarah sejarah yang memperkuat apresiasi masyarakat terhadap warisan pemikiran dan perjuangan para tokoh bangsa.
“Melalui ziarah ini, Kementerian Kebudayaan berharap generasi bangsa dapat terus mengambil inspirasi dari nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebijaksanaan yang menjadi ciri perjuangan Buya Syafii. Dengan begitu, semangat kebudayaan dan kebangsaan tetap terjaga untuk memperkokoh peradaban Indonesia,” tutupnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















