
Saran: pasien pengencer darah harus konsisten dalam asupan vitamin K dan selalu cek ke dokter sebelum konsumsi matcha.
- Ibu Hamil & Menyusui
Kafein berlebihan saat hamil bisa tingkatkan risiko keguguran, bayi lahir prematur, atau berat badan rendah.
Selain itu, kandungan katekin di matcha bisa menghambat penyerapan asam folat—padahal itu nutrisi penting untuk perkembangan janin.
Batas aman: ibu hamil disarankan nggak lebih dari 300 mg kafein per hari (sedangkan secangkir matcha bisa 60–80 mg). Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.
- Orang dengan Masalah Pencernaan
Kafein dalam matcha bisa merangsang asam lambung, memicu mual, refluks, atau sakit perut. Ditambah lagi, tanin di matcha bisa mengurangi penyerapan zat besi dari makanan nabati. Hasilnya? Risiko anemia kalau dikonsumsi berlebihan.
Catatan penting: jangan minum matcha saat perut kosong.
- Anak-anak
Sistem saraf anak masih berkembang. Jadi, kafein dari matcha bisa bikin mereka susah tidur, gampang rewel, dan susah fokus.
Menurut Akademi Pediatri Amerika:
- Anak di bawah 12 tahun → sebaiknya hindari kafein total.
- Anak 12 tahun ke atas → batasi di bawah 85–100 mg per hari.
Matcha memang kaya manfaat dan enak diminum, tapi bukan berarti cocok buat semua orang. Kalau kamu termasuk dalam kelompok di atas, sebaiknya hati-hati, atur porsinya, atau cari alternatif lain.
Seperti kata pepatah Gen Z: minum matcha boleh, asal nggak bikin hidup jadi “matcha-overthinking”.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















