
Menurut Pujanto, kondisi ini berdampak pada psikologis pengemudi. Biasanya musik membantu mengurangi kantuk. Kini, untuk menghindari rasa kantuk, sopir memilih cara ngebut, yang justru membuat penumpang merasa perjalanan lebih membosankan.
“Cara biar sopir nggak ngantuk ya kita nyetirnya agak kencang, karena kelasnya eksekutif juga harus menjaga kenyamanan penumpang,” ungkapnya.
Akibatnya, protes dari penumpang mulai bermunculan. Banyak yang mengeluhkan perjalanan panjang tanpa hiburan musik.
“Kalau dulu biasanya mutar lagu-lagu Indonesia kayak pop atau dangdut, jadi lebih menghibur. Sekarang banyak yang komplain dari penumpang, tapi ya kita jelaskan soal imbauan pusat itu,” tambah Pujanto.
Salah satu penumpang, Fitriatus (29), juga berharap musik bisa kembali diputar untuk mengurangi kebosanan dalam perjalanan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















