Mentan Amran Sulaiman Klarifikasi Soal Perbandingan Harga Beras Indonesia dan Jepang

Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman buka suara usai dikritik netizen karena membandingkan kenaikan harga beras di Indonesia dengan di Jepang. (Foto: Istimewa)

BOGORTODAY.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman akhirnya buka suara usai jadi sorotan publik karena membandingkan kenaikan harga beras di Indonesia dengan Jepang.

Dalam sebuah video klarifikasi, Amran menegaskan bahwa ucapannya dimaksudkan untuk mengajak masyarakat bersyukur, bukan untuk mengabaikan keresahan rakyat.

“Adapun kami menyebut bahwa Jepang itu kenaikan harga beras cukup tinggi, artinya kita patut syukuri,” kata Amran, Minggu (24/8/2025).

Harga Beras Mulai Turun di 13 Provinsi

Amran menyebut Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bulog terus bekerja keras menekan harga beras lewat operasi pasar. Hasilnya, harga beras sudah menunjukkan tren penurunan di 13 provinsi.

BACA JUGA :  Usai Digeruduk Massa, BPN Kabupaten Bogor 1 Klaim Sampaikan Aspirasi Petani ke Pusat

“Hari ini sudah 13 provinsi harga beras turun. Kami yakin ke depan semakin turun karena operasi pasar kami lanjutkan terus-menerus,” ujarnya.

Selain itu, Amran mengingatkan bahwa pemerintah selalu hadir mendengar keluhan masyarakat. Ia menyayangkan adanya pihak yang menurutnya sengaja mem-framing pemerintah seolah tidak peduli terhadap beban rakyat.

Upaya Pemerintah: Dari Operasi Pasar hingga Jaga Stok Nasional

BACA JUGA :  Api Lahap Tiga Kios Pasar Tohaga Parung, Diduga Korsleting CCTV

Amran menjelaskan, operasi pasar besar-besaran sudah dilakukan bersama Bulog dengan jumlah mencapai 1,3 juta ton beras, dijual di harga Rp12.000–Rp12.500 per kilogram. Langkah ini, kata Amran, merupakan bentuk kepedulian pemerintah atas perintah langsung Presiden.

Lebih jauh, pemerintah juga menaikkan harga pokok penjualan (HPP) untuk menjaga kesejahteraan petani. Dari sisi ketahanan pangan, stok beras nasional kini mencapai lebih dari 4 juta ton—jauh lebih tinggi dibanding 2023–2024 yang hanya sekitar 1 juta ton.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================