Ukraina Peringatkan Belarusia Terkait Latihan Militer di Perbatasan

Ukraina
Ukraina memperingatkan Belarusia tidak menambah panas perbatasan negaranya terkait rencana latihan perang bersama Rusia (Foto: Reuters)

BOGORTODAY.COM – Ukraina mengeluarkan peringatan kepada Belarusia agar tidak memperkeruh situasi di wilayah perbatasan yang tengah terdampak konflik dengan Rusia. Hal ini menyusul rencana latihan militer gabungan antara Rusia dan Belarusia yang akan digelar di dekat perbatasan Ukraina.

Latihan tersebut, yang diberi nama Zapad-2025, dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 16 September. Sejak pecahnya perang pada Februari 2022, Belarusia telah memberikan akses kepada militer Rusia untuk menggunakan wilayahnya sebagai bagian dari operasi militer.

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, telah berulang kali menegaskan bahwa negaranya tidak berniat menyerang Ukraina, dan hanya akan mengambil tindakan militer jika terlebih dahulu diserang.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Ukraina menuding Belarusia berupaya mendukung Rusia dalam konflik yang sedang berlangsung, termasuk melalui latihan militer di perbatasan.

“Kami memperingatkan Minsk agar tidak melakukan provokasi yang gegabah dan mendesak untuk tetap berhati-hati, menahan diri untuk tidak mendekati perbatasan, serta menghindari provokasi Pasukan Pertahanan Ukraina,” bunyi pernyataan Kemlu Ukraina, seperti dikutip dari RT, Selasa (26/8/2025).

Menteri Pertahanan Belarusia, Viktor Khrenin, menyampaikan bahwa latihan militer tahun ini akan mencakup berbagai skenario, seperti operasi kontra-sabotase, penggunaan drone tempur, gangguan elektronik, dan serangan berskala besar.

Rusia juga berencana meluncurkan rudal hipersonik jarak menengah bernama Oreshnik dalam latihan tersebut. Rudal ini pertama kali digunakan dalam konflik pada November 2024, dengan sasaran fasilitas militer Ukraina Yuzhmash di Dnipro. Menurut pejabat Rusia, kekuatan destruktif rudal Oreshnik setara dengan senjata nuklir berdaya ledak rendah.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Pada Desember 2024, Belarus dan Rusia menandatangani perjanjian keamanan yang menyatakan komitmen kedua negara untuk saling mempertahankan kedaulatan jika menghadapi serangan.

Setahun sebelumnya, Rusia telah menempatkan senjata nuklir taktis dan rudal balistik jarak pendek di wilayah Belarusia sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat.

Presiden Lukashenko juga mendorong agar pengiriman rudal Oreshnik dipercepat sebelum akhir tahun 2025. (mg1)

Bagi Halaman

Editor : Samudera

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================