6 Prajurit Suriah Tewas dalam Serangan Drone Israel di Damaskus

BOGORTODAY.COM – Enam prajurit militer Suriah dilaporkan tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menghantam pos militer di selatan Damaskus.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (27/8/2025) dini hari, menargetkan kawasan dekat Kota Al Kiswah, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Suriah, El Ekhbariya.

Serangan itu menjadi bagian dari eskalasi baru ketegangan IsraelSuriah yang semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Pada Senin (25/8/2025), Kementerian Luar Negeri Suriah bahkan menuding Israel telah mengerahkan 60 prajurit untuk mengambil alih wilayah di sekitar Gunung Hermon, tepat di zona perbatasan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad Al Shaibani, menuduh Israel tengah membangun fasilitas intelijen dan pos militer di wilayah demiliterisasi.

Menurutnya, langkah itu adalah bagian dari “rencana ekspansi dan pemisahan” yang berbahaya bagi kedaulatan Suriah.

BACA JUGA :  Daftar 10 Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2026

Visi “Israel Raya” dan Reaksi Dunia Arab

Ketegangan ini muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan visinya tentang pembentukan “Israel Raya”.

Konsep tersebut mencakup klaim atas Tepi Barat, Jalur Gaza, serta sebagian wilayah Lebanon, Suriah, Mesir, hingga Yordania.

Rencana itu langsung menuai kecaman luas dari negara-negara Arab dan Muslim. Mereka menyebut langkah Israel sebagai “pelanggaran nyata dan berbahaya” terhadap hukum internasional sekaligus ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Latar Belakang Bentrokan di Sweida

Serangan terbaru Israel juga disebut terkait dengan kekerasan sektarian yang melanda Provinsi Sweida, Suriah, bulan Juli lalu.

Konflik berdarah antar-kelompok di wilayah mayoritas Druze tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang.

Israel berdalih aksinya terhadap Damaskus dilakukan untuk mendukung komunitas Druze di Sweida. Komunitas Druze sendiri merupakan kelompok minoritas bercabang dari Islam Syiah Ismailiyah, yang tersebar di Suriah, Lebanon, hingga Israel.

BACA JUGA :  Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

Mereka memiliki sejarah hubungan unik dengan Israel sejak Perang Arab–Israel 1948, ketika sebagian Druze berpihak pada militer Yahudi.

Gencatan Senjata Diumumkan

Sebagai respons atas eskalasi ini, Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan gencatan senjata khusus di wilayah Sweida.

Langkah tersebut diharapkan mampu meredam ketegangan sektarian dan mencegah konflik semakin meluas di tengah hantaman serangan Israel.

Meski demikian, pengamat internasional menilai situasi di Suriah kini berada di persimpangan berbahaya: antara upaya meredakan konflik internal atau justru terjebak dalam pusaran perebutan pengaruh yang lebih luas antara Israel dan dunia Arab.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================