Aktivitas Galian Perumahan di Desa Sadeng Dikeluhkan Warga, Kades Terpaksa Setop Kegiatan

Menurutnya, aduan dari masyarakat cukup beragam. Sebagian warga mengeluhkan polusi debu saat musim kemarau, sementara ketika hujan turun, jalan menjadi licin dan rawan membahayakan pengguna jalan.

“Intinya, kami ingin kenyamanan, keamanan, dan kebersihan lingkungan tetap terjaga. Itu yang paling penting,” ucapnya.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Yanuar menuturkan, dampak aktivitas galian tersebut dirasakan warga sepanjang jalur kurang lebih 3 kilometer, mulai dari RW 1 hingga RW 3, yang mencakup 15 RT.

Ia menekankan, apabila pengembang tetap ingin melanjutkan pembangunan, harus ada kesepakatan dan kontribusi nyata bagi warga sekitar. Namun sejak 25 Agustus 2025 kemarin pihaknya telah menyetop aktivitas galian tersebut.

BACA JUGA :  7 Ciri Seseorang yang Memiliki Kesan Berkelas Tanpa Harus Mewah

“Ketika tanah diangkut, harus ada kebijakan atau toleransi. Minimal masyarakat dapat kontribusi, baik untuk kebutuhan lingkungan,” tandasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================