
Erick menekankan bahwa Zwiers akan berperan sebagai “otak tambahan” yang bekerja di balik layar. Ia akan memberikan masukan, analisis, dan solusi cepat yang mungkin tidak sempat dipikirkan oleh tim pelatih dalam situasi mendesak. Dengan peran tersebut, strategi Timnas Indonesia diharapkan menjadi lebih adaptif dalam menghadapi tekanan kompetisi Asia.
“Ya, saya rasa tugas pertama dari Technical Director hari ini dalam jangka pendek mendampingi tim nasional senior dulu,” ucap Erick. Pernyataan ini menunjukkan bahwa PSSI ingin Zwiers terlibat langsung dalam aspek teknis, bukan sekadar mengawasi dari kejauhan.
Meski tantangan besar menanti, Zwiers dituntut untuk segera menyesuaikan diri dengan dinamika sepak bola Indonesia dan memberikan dampak nyata di level internasional. Erick tetap optimis bahwa pengalaman dan ketenangan Zwiers akan menjadi senjata rahasia yang memperkuat kesiapan Garuda dalam menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Pokoknya kan pengalaman di Timur Tengah, siapa tahu ada bisikan-bisikan yang menyejukkan,” tutup Erick dengan senyum penuh keyakinan. Ucapan tersebut menjadi simbol bahwa PSSI benar-benar menaruh kepercayaan besar kepada Zwiers sebagai otak strategi rahasia Timnas Indonesia di panggung Asia. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















