
BOGORTODAY.COM – Wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali mengundang kekhawatiran masyarakat. Bagi banyak warga, rencana ini terasa menambah beban di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Sri (40), warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku khawatir jika iuran BPJS naik. Saat ini, ia mengandalkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terbebani banget, mangkanya saya kalau ada bansos yaudah lah ambil aja dari RT,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Hal serupa diungkapkan Hayuwindi (40). Sebagai kepala keluarga besar, ia merasa wacana kenaikan iuran BPJS memberatkan pikirannya.
“Aduuuhhhhhh… pusing jangan dong… karena kebetulan aku mandiri ikut BPJS, aku itu keluarga sangat besar,” kata Hayuwindi.
Meski mengakui manfaat BPJS dalam membantu kesejahteraan keluarga, Hayuwindi meminta pemerintah menunda rencana kenaikan iuran. Ia menilai kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat masyarakat belum siap menanggung biaya tambahan.
“Kalau bisa si jangan dulu saat ini, karena kondisi ekonomi kita lagi nggak stabil,” jelasnya.
Selain itu, Hayuwindi menekankan peran penting BPJS di tengah wabah yang masih tersebar di masyarakat. Program ini, menurutnya, membantu meringankan biaya kesehatan keluarga.
“Apalagi sekarang wabah lagi banyak kan, sakit jadi kebutuhan juga lumayan. Jangan dulu deh. Itu si sarannya,” tambahnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPJS menyatakan bahwa wacana kenaikan iuran masih dalam tahap kajian, mempertimbangkan inflasi dan beban finansial peserta.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















