
“Semua bisa memilah, semua bisa berbenah. Organik pasti diolah, anorganik dipilah lagi, plastik dan lain sebagainya bisa dijadikan bahan pakaian,” jelasnya.
Teukeu menambahkan sampah yang sulit diolah, seperti plastik dan popok sekali pakai (pampers), jika diproses dengan tepat, dapat dijadikan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar untuk pabrik semen.
Selain itu, Teukeu mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kesadaran dari tingkat keluarga hingga Rukun Tetangga (RT) menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
“Pengelolaan sampah bisa selesai jika tata kelolanya baik, tetapi mindset-nya harus diubah terlebih dahulu, mulai dari level keluarga, RT/RW, desa, hingga kecamatan. Itu roadmap kita,” tutupnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















