
Dengan begitu, mereka bisa menilai suatu kebijakan atau peristiwa berdasarkan nilai yang mereka pahami.
- Mulai dari pertanyaan si kecil
Alih-alih menggurui, dengarkan dulu apa yang anak dengar atau pahami. Dengan begitu, orang tua bisa meluruskan informasi keliru sekaligus memahami cara berpikir anak.
- Bandingkan dengan perselisihan keluarga
Jelaskan bahwa perbedaan pendapat antara rakyat dan pemerintah mirip dengan pertengkaran di rumah.
Kadang anggota keluarga berbeda pendapat, tapi akhirnya mencari solusi bersama. Analogi sederhana ini memudahkan anak memahami konflik sosial-politik.
- Kaitkan dengan aturan di sekolah
Negara punya aturan, sama halnya dengan sekolah. Jika ada yang melanggar, bisa terjadi kericuhan. Dengan cara ini, anak lebih mudah memahami mengapa ada konflik politik ketika aturan atau kesepakatan dilanggar.
- Gunakan analogi ‘pembantu’
Katakan bahwa dalam masyarakat selalu ada “pembantu” yang menolong di saat sulit, seperti tokoh masyarakat, relawan, atau petugas darurat. Mereka berperan seperti asisten rumah tangga yang membantu orang tua saat kewalahan.
- Arahkan pada sumber terpercaya
Di era media sosial, anak mudah terpapar informasi yang belum tentu benar. Orang tua perlu menekankan pentingnya sumber informasi terpercaya, bahkan membatasi akses media sosial jika situasi terasa kacau.
Menumbuhkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini
Meski tidak mudah, menjelaskan politik pada anak adalah langkah penting agar mereka tumbuh sebagai generasi yang kritis sekaligus peduli.
Dengan cara yang bijak, isu-isu demokrasi bisa dipahami anak tanpa membuat mereka cemas atau salah kaprah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















