Ramai di Medsos! Menu Makan Bergizi Gratis Siswa SMP di Kabupaten Bogor Diduga Tercemar

Makan Bergizi Gratis
Penampakan larva lalat pada menu MBG SMPN Cileungsi, Kabupaten Bogor viral di media sosial. Foto : tangkapan layar video.

BOGORTODAY.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk siswa sekolah menengah pertama menuai perhatian publik. Di SMP Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebuah video yang menampilkan dugaan larva lalat pada lauk makan siang siswa viral di media sosial. Potongan rekaman berdurasi singkat itu direkam seorang siswa kelas IX hingga memicu keresahan para orang tua.

SMPN 1 Cileungsi tercatat menyalurkan sekitar 10.216 porsi makan bergizi setiap harinya. Menu bervariasi disiapkan oleh penyedia makanan yang ditunjuk, lalu didistribusikan ke seluruh siswa. Namun, kehadiran larva pada salah satu porsi membuat banyak pihak mempertanyakan kualitas pengawasan distribusi makanan tersebut.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Identitas Daerah Lewat Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Budaya

Kepala SMPN 1 Cileungsi, Dedi Suryadi, mengakui insiden itu. Ia menegaskan, temuan larva hanya terjadi pada satu porsi makan dan tidak meluas.

“Program ini baru berjalan sejak 25 Agustus. Kejadian adanya larva itu hanya ditemukan di satu menu siswa, jumlahnya pun tidak banyak. Bahkan setelah saya tanyakan, anak-anak tetap menghabiskan makanannya,” ujar Dedi kepada bogortoday.com, Jumat (29/8/2025).

Meski begitu, keresahan tetap muncul di kalangan orang tua. Mereka khawatir kasus serupa berulang. Bagi sebagian orang tua, program MBG sejatinya sangat membantu, mengingat tidak semua keluarga mampu menyediakan bekal makan siang bergizi bagi anaknya. Namun, kualitas makanan menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Pihak sekolah sendiri mengaku selalu mendokumentasikan setiap menu yang disajikan, sebagai bentuk kontrol internal. Hingga kini, tidak ada laporan siswa sakit atau mengalami gejala keracunan.

“Kami berharap kualitas makanan bisa terus diperbaiki agar tidak menimbulkan kejadian serupa,” tambah Dedi.

Dari sisi penyedia makanan, tanggung jawab pun diakui. Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar, pihak penyedia berjanji memperbaiki kualitas layanan.

“Dari kami akan meningkatkan kualitas makanan. Mohon maaf dan terima kasih banyak atas insight yang disampaikan pihak sekolah. Temuan ini sangat berarti, menjadi koreksi perbaikan ke depannya,” tulis perwakilan penyedia. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================