
Selain soal keamanan, AHY menegaskan sikap Demokrat terkait isu tunjangan tambahan bagi anggota DPR. Menurutnya, pemberian fasilitas baru tidak tepat di tengah situasi nasional yang sedang tegang.
“Kami tidak ingin isu ini berlarut-larut. Demokrat sejak awal tegas menolak,” ujarnya.
Partai Demokrat juga menyatakan dukungan terhadap percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, yang didesak berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
“Kami terbuka mendengar aspirasi rakyat. Semua akan dibahas secara serius di DPR,” kata AHY.
Kepulangan AHY dari Tiongkok yang mendadak disebut sebagai bukti keseriusan Demokrat merespons kondisi bangsa. Setibanya di Tanah Air, ia langsung bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, serta menggelar rapat darurat bersama DPP dan ketua DPD Demokrat se-Indonesia.
Menurut AHY, komunikasi Demokrat dengan pemerintah berjalan baik. “Pak Presiden mengapresiasi dukungan Demokrat, bukan hanya lewat pernyataan, tapi juga langkah konkret menenangkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebut tetap berkonsultasi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang disebut memberikan perhatian penuh terhadap dinamika politik nasional.
Di hadapan para kadernya, AHY berpesan agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik.
“Jagalah lisan. Hal kecil bisa melukai perasaan rakyat. Ingat, suara rakyat adalah suara Tuhan,” katanya.
Dengan begitu, ia menegaskan Demokrat akan terus membangun komunikasi dengan partai politik lain demi mencari solusi bersama. Tujuannya untuk mengembalikan kedamaian di negeri ini, karena stabilitas dianggap sebagai syarat agar pembangunan bisa berjalan fokus.
“Demokrat ingin berperan sebagai bagian dari solusi, bukan menimbulkan masalah,” tegas AHY. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















