
Dengan kehadiran Antony, Betis diperkirakan tetap menjadi tim yang kompetitif di musim 2025–2026. Namun, menurut laporan dari Diario AS, transfer ini membuat Betis kesulitan untuk mendatangkan pemain tambahan di hari terakhir bursa. Situasi ini bisa menjadi tantangan bagi Pellegrini yang merasa skuadnya masih belum lengkap.
Bagi Manchester United, menjual Antony seharga 25 juta euro (Rp482 miliar) merupakan kerugian besar, mengingat mereka membelinya dari Ajax Amsterdam pada 2022 dengan harga 95 juta euro (Rp1,8 triliun).
Meski begitu, kesepakatan ini dianggap sebagai jalan tengah. Klub bisa mengurangi beban skuad dan tetap memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan finansial di masa depan jika Antony dijual dengan harga lebih tinggi.
Kini, Antony memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan kualitasnya di Spanyol. Penampilan apiknya musim lalu menjadi modal penting untuk menjalani musim penuh bersama Betis. Para fans tentu berharap sang winger flamboyan mampu kembali membawa Los Verdiblancos meraih prestasi di kompetisi domestik maupun Eropa.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, kedua kabar ini sama-sama menggugah. Kehadiran Calvin Verdonk membawa harapan sebagai pemain keturunan Indonesia yang berkiprah di liga elite Eropa, sementara transfer Zhegrova ke Juventus menegaskan posisi Lille sebagai penghasil talenta berkualitas yang diminati klub-klub besar. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















