Israel Ingin Percepat Yahudisasi Yerusalem, Artefak Masjid Al Aqsa Dihancurkan

BOGORTODAY.COM Israel kembali menjadi sorotan dunia setelah melakukan penggalian ilegal di bawah Masjid Al Aqsa, situs suci ketiga bagi umat Islam. Tindakan ini tidak hanya merusak warisan sejarah Islam, tetapi juga dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah identitas Yerusalem Timur melalui proses Yahudisasi.

Dalam sebuah video yang bocor ke publik, terlihat pasukan Israel menghancurkan peninggalan dari masa Dinasti Umayyah. Artefak-artefak tersebut merupakan bukti otentik yang memperkuat klaim umat Islam atas Masjid Al Aqsa. Seperti disampaikan dalam pernyataan resmi Kegubernuran Yerusalem Palestina, Israel diduga sengaja menghapus jejak sejarah Islam untuk mendukung narasi yang mereka sebut sebagai “Gunung Bait Suci.”

“Penggalian ini dilakukan secara rahasia dan tanpa pengawasan internasional. Tindakan itu bukan hanya merusak identitas sejarah, tetapi juga mengancam fondasi Masjid Al Aqsa beserta landmark pentingnya,” pernyataan Kegubernuran Yerusalem, dikutip dari Anadolu, Senin (1/9/2025).

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk mengubah karakter Yerusalem Timur. Dengan menghancurkan situs arkeologi Islam, mereka berusaha membangun narasi baru bahwa Masjid Al Aqsa berdiri di atas lokasi dua kuil Yahudi kuno.

Pihak Palestina menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya nyata untuk menghapus identitas Islam dari kota suci dan menggantinya dengan simbol-simbol Yahudi. Kegubernuran Yerusalem pun menyerukan intervensi segera dari PBB dan UNESCO guna menghentikan praktik yang dikategorikan sebagai kejahatan budaya dan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Secara hukum internasional, pengelolaan Masjid Al Aqsa berada di bawah tanggung jawab Dewan Wakaf Yerusalem yang dikelola oleh Yordania. Perjanjian antara Raja Abdullah II dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada tahun 2013 juga menegaskan hak Yordania dalam menjaga situs suci tersebut.

BACA JUGA :  Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Namun, Israel terus mengabaikan kesepakatan tersebut dengan melakukan penggalian terowongan dan merusak struktur bawah tanah Masjid Al Aqsa. Situasi ini memperburuk ketegangan politik dan berisiko memperbesar konflik di kawasan.

Masjid Al Aqsa bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’bah di Makkah. Bagi umat Muslim di seluruh dunia, setiap upaya merusaknya dianggap sebagai serangan terhadap identitas dan sejarah Islam.

Di sisi lain, Israel tetap bersikukuh mengklaim wilayah tersebut sebagai “Bukit Bait Suci,” bagian dari narasi yang digunakan untuk mendukung proyek Yahudisasi Yerusalem. (mg1)

Bagi Halaman

Editor : Samudera

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================