
Penyanyi yang berkarier di Amerika Serikat tersebut menegaskan, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Ada banyak hal lain yang lebih penting.
“Kepemimpinan menuntut EQ, integritas, empati, visi, serta menyebarkan kasih dan perdamaian. Bukan energi yang memecah belah atau sekadar memuaskan ego,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan sejati harus dimulai dari kemauan untuk mendengarkan dan menghargai orang lain. Tidak sekadar memotong pembicaraan, tetapi benar-benar mendengar suara rakyat dengan bijaksana.
Agnez Mo berharap Indonesia tetap kokoh menghadapi situasi saat ini. Ia menegaskan dirinya akan selalu bangga membawa nama Indonesia di panggung dunia.
“Jangan mau dihasut dan dimanipulasi. Kita lebih kuat, lebih bijak, dan bukan lagi Indonesia tahun 1998,” tulisnya.
“Warga harus saling menjaga, karena pada akhirnya kita adalah satu bangsa dengan satu kebenaran: Bhineka Tunggal Ika,” tutup Agnez Mo.(mg2)
Editor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















