
BOGORTODAY.COM – Pelatih Timnas Taiwan, Huang Zhe-Ming, menyampaikan tujuan timnya dalam menghadapi Timnas Indonesia pada ajang FIFA Matchday September 2025. Ia menekankan bahwa pertandingan persahabatan ini akan dijadikan sarana untuk menilai performa para pemain muda. Taiwan pun menurunkan skuad yang sebagian besar terdiri dari pemain lokal berusia di bawah 30 tahun sebagai bagian dari upaya regenerasi.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Berdasarkan jadwal, mereka akan bertemu Taiwan pada 5 September, lalu menghadapi Lebanon tiga hari kemudian, tepatnya pada 8 September 2025.
Keputusan Taiwan untuk tidak membawa tim utama cukup mengejutkan. Huang Zhe-Ming memilih untuk mengandalkan pemain muda dari kompetisi domestik Liga Taiwan. Menurutnya, ini merupakan momen penting untuk mempersiapkan generasi baru yang akan memperkuat tim nasional dalam jangka panjang.
“Melalui pemusatan latihan dan laga uji coba ini, kami ingin menjaga kondisi pemain senior,” kata Huang Zhe-Ming, dikutip dari laman resmi CTFA, Selasa (2/9/2025).
“Sekaligus memberi kesempatan kepada pemain muda dan generasi penerus. Kami berharap bisa membangun kesinambungan kekuatan yang stabil untuk timnas,” sambungnya.
Keikutsertaan Taiwan dalam pertandingan persahabatan ini juga melalui proses pertimbangan yang matang. Awalnya, mereka tidak memiliki agenda pada FIFA Matchday bulan tersebut. Namun, setelah Kuwait secara mendadak membatalkan partisipasinya sebagai lawan Indonesia, PSSI langsung menghubungi CTFA. Setelah melakukan evaluasi, Taiwan akhirnya menyetujui undangan untuk bertanding di Surabaya.
Dalam pernyataannya, CTFA menyebut bahwa Timnas Indonesia kini telah menjadi salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara. Mereka menyoroti kebijakan PSSI yang aktif merekrut pemain naturalisasi dari Eropa, yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas permainan tim Garuda.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia gencar menerapkan kebijakan ‘pemain naturalisasi’ dengan mendatangkan sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Eropa, sehingga kualitas timnas mereka meningkat signifikan,” terang CTFA.
Bagi Taiwan, laga ini menjadi kesempatan penting untuk menguji mental dan kemampuan para pemain mudanya melawan tim yang memiliki tingkat kompetisi lebih tinggi. Sementara bagi Indonesia, kedua pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di fase tersebut, Timnas Indonesia yang kini ditangani oleh Patrick Kluivert tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Uji coba melawan Taiwan dan Lebanon dinilai sebagai langkah strategis untuk mengukur kesiapan tim sebelum menghadapi pertandingan-pertandingan penting di kualifikasi.
Dengan pendekatan yang berbeda, laga persahabatan Indonesia Taiwan diprediksi akan berlangsung menarik. Di satu sisi, Indonesia tengah memperkuat tim dengan pemain naturalisasi, sementara Taiwan fokus membangun masa depan lewat regenerasi. Pertemuan di Surabaya akan menjadi panggung bagi dua filosofi pembangunan tim nasional yang kontras. (mg1)
Bagi HalamanEditor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















