
Akar masalah ketiga, kata Yusfitriadi, adalah sikap represif aparat dalam merespons aksi demonstrasi. “Aparat yang represif justru memantik gejolak amarah publik,” jelasnya.
Selain itu, Yusfitriadi juga menyoroti penonaktifan empat anggota DPR RI yang diduga sebagai upaya meredam kemarahan masyarakat. Ia menilai langkah tersebut tidak menyentuh substansi persoalan.
“Bagi saya, penonaktifan Sahroni, Eko, Nafa, dan Uya Kuya apakah mengubah kebijakan DPR? Itu hanya meredam sesaat. Dampaknya justru penjarahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPR seharusnya lebih menunjukkan empati kepada masyarakat. Yus menyinggung perilaku sejumlah anggota dewan yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi publik.
“Ini pelajaran bagi teman-teman di parlemen. Perilaku pamer kemewahan justru memantik amarah publik. Berikanlah empati, dan aparat seharusnya berperilaku melindungi rakyat,” pungkasnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















