Pengamat Sebut Tiga Akar Masalah Penyebab Krisis Legitimasi Publik

Akar masalah ketiga, kata Yusfitriadi, adalah sikap represif aparat dalam merespons aksi demonstrasi. “Aparat yang represif justru memantik gejolak amarah publik,” jelasnya.

Selain itu, Yusfitriadi juga menyoroti penonaktifan empat anggota DPR RI yang diduga sebagai upaya meredam kemarahan masyarakat. Ia menilai langkah tersebut tidak menyentuh substansi persoalan.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

“Bagi saya, penonaktifan Sahroni, Eko, Nafa, dan Uya Kuya apakah mengubah kebijakan DPR? Itu hanya meredam sesaat. Dampaknya justru penjarahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPR seharusnya lebih menunjukkan empati kepada masyarakat. Yus menyinggung perilaku sejumlah anggota dewan yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi publik.

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

“Ini pelajaran bagi teman-teman di parlemen. Perilaku pamer kemewahan justru memantik amarah publik. Berikanlah empati, dan aparat seharusnya berperilaku melindungi rakyat,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================