OJK Catat Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 2.972 Triliun, Tumbuh 8,21%

OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Ist)

BOGORTODAY.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif industri jasa keuangan berbasis syariah di Indonesia.

Hingga Juni 2025, total aset keuangan syariah mencapai Rp 2.972,94 triliun, tumbuh 8,21% secara tahunan (yoy).

Porsi tersebut setara dengan 11,47% pangsa pasar terhadap total industri keuangan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa pertumbuhan signifikan ini mencerminkan ketahanan industri keuangan syariah di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

“Pertumbuhan ini sekaligus membuka peluang besar bagi perbankan syariah untuk mendukung perekonomian domestik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9/2025).

Pertumbuhan Per Sektor

  • Perbankan syariah: aset naik 7,83% yoy menjadi Rp 967,33 triliun, lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan nasional (6,40%) maupun konvensional (6,29%). Pangsa pasar perbankan syariah terhadap total perbankan nasional pun meningkat menjadi 7,41%.
  • Pasar modal syariah: aset tumbuh 8,23% yoy menjadi Rp 1.828,25 triliun.
  • Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah: aset naik 10,20% yoy menjadi Rp 177,32 triliun.
BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Dukungan Roadmap & Inovasi Produk

Untuk memperkuat peran keuangan syariah, OJK meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 (RP3SI).

Peta jalan ini mengusung visi perbankan syariah yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================