
Dalam pemerintahan koalisi tahun 2019, Anutin menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan. Ia juga dipercaya sebagai Menteri Dalam Negeri pada 2023. Selama pandemi Covid-19, ia menjadi figur sentral dalam penanganan krisis, meski sempat dikritik atas pernyataannya mengenai asal-usul virus dan distribusi vaksin.
Salah satu kebijakan paling menonjol adalah keberhasilannya mendekriminalisasi ganja pada 2022, yang menuai pujian sekaligus kontroversi terkait regulasi dan dampaknya terhadap masyarakat.
Kemenangan Anutin tak lepas dari dukungan Partai Rakyat, yang mensyaratkan komitmen untuk mengadakan pemilu baru dalam empat bulan dan melakukan reformasi konstitusi.
Keberhasilannya dianggap sebagai titik balik dalam dinamika politik Thailand, terutama karena ia dinilai mampu menjembatani ketegangan antara kubu pro-Shinawatra dan kelompok militer-monarki. Ia dikenal sebagai sosok yang fleksibel dan efisien, dengan jaringan kuat di kalangan bisnis, elite konservatif, dan masyarakat pedesaan.
Partainya bahkan dijuluki sebagai “power broker” oleh para analis, berkat kemampuannya membentuk dan mengubah aliansi politik sesuai kebutuhan.
Namun, tantangan besar menanti, mulai dari tekanan ekonomi, tingginya utang masyarakat, hingga dinamika internal pemerintahan. Masa jabatannya pun dibatasi oleh janji pemilu dalam waktu dekat, yang menambah kompleksitas tugas kepemimpinannya. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















