Kemendikdasmen Luncurkan Tes Kemampuan Akademik untuk Siswa SD hingga SMA

Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang ditujukan untuk siswa dari jenjang SD hingga SMA. Program ini akan mulai diterapkan pada jenjang SMA/sederajat pada November 2025.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq, menegaskan bahwa siswa tidak perlu mencemaskan pelaksanaan TKA.

Menurutnya, tes ini tidak menjadi penentu kelulusan seperti halnya Ujian Nasional (UN) di masa lalu.

“Jadi jangan dijadikan beban seperti ujian,” kata Fajar dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

TKA Bersifat Sukarela

Fajar menjelaskan bahwa TKA bersifat tidak wajib. Tes ini hanya berfungsi sebagai validator nilai rapor untuk seleksi masuk perguruan tinggi, sekolah kedinasan, atau jenjang pendidikan berikutnya.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026

“Saya mendengar di beberapa grup WhatsApp orang tua sudah ramai dan risau mendengar TKA ini. Padahal TKA sifatnya pilihan sehingga tidak wajib alias sukarela tergantung kebutuhan adik-adik ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengajak siswa dan orang tua untuk menyambut TKA secara positif. Menurutnya, TKA adalah instrumen awal untuk mengevaluasi mutu pembelajaran secara nasional, tanpa menjadikannya satu-satunya tolok ukur kelulusan.

“Mari sambut TKA dengan asyik dan gembira, seperti pendekatan pembelajaran mendalam yang diluncurkan oleh Pak Menteri Abdul Mu’ti, yaitu mengutamakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ujarnya.

Bijak Gunakan Media Sosial

Fajar juga menyinggung maraknya kabar negatif soal TKA di media sosial. Ia mengingatkan siswa agar bijak dalam menyikapi konten yang beredar.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Apresiasi Pemkab Bogor atas Raihan WTP Dua Tahun Berturut-turut

“Ade-ade semua adalah penerus bangsa ini, maka harus hati-hati dalam melihat konten-konten di media sosial, terutama konten provokatif dan mengandung hasutan padahal belum tentu benar,” pesannya.

Peran Guru dan Orang Tua

Lebih lanjut, Fajar menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi siswa, baik dalam proses belajar maupun dalam penggunaan media sosial.

“Saya titip kepada semuanya yang hadir, mari menjaga proses pembelajaran dengan baik. Karena iklim yang kondusif membuat kita sama-sama optimis Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================