
Kombinasi pola makan sehat dan olahraga teratur adalah kunci untuk mencapai penurunan berat badan yang konsisten dan berkelanjutan.
- Masih Konsumsi Gula
Minuman manis—termasuk minuman kemasan, teh manis, hingga jus buah dalam jumlah besar—adalah penyumbang kalori “tak terlihat” yang sering jadi penghambat diet.
Otak tidak menghitung kalori dari minuman ini sebagai bagian dari asupan harian, sehingga tubuh tetap merasa butuh makan meski kalori sudah berlebih.
Jika ingin mengonsumsi buah, sebaiknya pilih buah potong yang kaya serat, bukan jus yang sudah kehilangan seratnya.
- Kurang Tidur
Tidur yang cukup sama pentingnya dengan diet dan olahraga. Kurang tidur terbukti meningkatkan risiko obesitas karena dapat mengacaukan hormon lapar (ghrelin) dan kenyang (leptin).
Idealnya, orang dewasa butuh 7–8 jam tidur per malam, remaja 8–10 jam, sedangkan anak-anak bisa membutuhkan 9–16 jam tergantung usia.
Jika berat badan sulit turun meski sudah diet, jangan buru-buru menyalahkan pola makan saja. Perhatikan juga faktor lain seperti kecepatan makan, asupan protein, aktivitas fisik, konsumsi gula, dan kualitas tidur.
Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari secara menyeluruh, proses penurunan berat badan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















