Waspadai Broken Heart Syndrome, Risiko Kematian pada Pria Lebih Tinggi

Broken Heart Syndrome
Ilustrasi Pria Patah Hati. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap orang pasti pernah merasakan patah hati, entah karena kehilangan orang tercinta, tekanan pekerjaan, atau stres berat dalam hidup.

Umumnya, kita menganggap patah hati hanya sebatas perasaan sedih yang akan hilang seiring waktu.

Namun, ternyata patah hati juga bisa berkembang menjadi kondisi berbahaya yang dikenal dengan nama Broken Heart Syndrome atau Takotsubo Cardiomyopathy.

Melansir The Nation, sindrom ini terjadi ketika stres emosional atau fisik membuat otot jantung berkontraksi tidak normal, seolah jantung diremas dengan keras.

Meski berbeda dengan serangan jantung akibat sumbatan pembuluh darah, gejalanya mirip, mulai dari nyeri dada, sesak napas, hingga tubuh tiba-tiba terasa lemah.

Risiko Kematian pada Pria Lebih Tinggi

Penelitian terbaru menemukan fakta mengejutkan. Walau lebih banyak dialami oleh wanita, pria justru memiliki risiko kematian dua kali lipat.

BACA JUGA :  Penjualan Umum Tiket Konser BTS Jakarta 2026 Dibuka, ARMY Bersiap Berebut Kursi di SUGBK

Studi di Amerika Serikat terhadap lebih dari 200.000 pasien mencatat, sekitar 11% pria meninggal akibat sindrom ini, sedangkan pada wanita hanya sekitar 5%.

Perbedaan ini muncul karena pemicu pada tiap gender berbeda. Wanita biasanya terserang sindrom patah hati akibat stres emosional, seperti kehilangan pasangan atau masalah hidup.

Sebaliknya, pria lebih sering dipicu oleh tekanan fisik berat, misalnya setelah operasi besar atau stroke. Tekanan fisik ini cenderung lebih merusak fungsi jantung.

Dukungan Emosional Jadi Kunci

Selain faktor fisik, dukungan emosional juga sangat berpengaruh. Banyak pria cenderung memendam perasaan dan jarang mencari pertolongan, sehingga stres menumpuk tanpa disadari.

Kondisi ini membuat pemulihan mereka lebih lambat dan risikonya lebih tinggi dibanding wanita.

BACA JUGA :  7 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Sering Tidak Disadari

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala Broken Heart Syndrome kerap mirip dengan serangan jantung, sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis.

Nyeri dada mendadak, sesak napas, cepat lelah tanpa sebab jelas adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan. Jika mengalami hal ini, segera periksa ke dokter untuk memastikan kondisi jantung.

Belum Ada Obat Khusus

Hingga kini, belum ada obat khusus untuk menangani sindrom patah hati. Dokter biasanya memberikan obat jantung umum dan menyarankan pengelolaan stres melalui terapi, meditasi, serta dukungan dari orang terdekat.

Studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association tahun 2024 menegaskan bahwa dukungan emosional berperan penting dalam mempercepat pemulihan penderita sindrom ini.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================