YLKI Desak Pemerintah Stabilkan Stok dan Harga Beras di Pasaran 

Beras
Ilustrasi beras (Foto: Getty Images/iStockphoto/Fahroni)

BOGORTODAY.COM – Beras merupakan salah satu bahan pangan pokok utama di Indonesia, karena masyarakat banyak mengandalkan nasi sebagai sumber karbohidrat harian. Namun, belakangan ini stok beras di pasaran justru mengalami kelangkaan. 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kekosongan stok beras, baik jenis premium maupun medium, masih terjadi di sejumlah toko ritel. Beberapa ritel bahkan kini menawarkan beras fortifikasi sebagai pengganti beras biasa. 

Beras fortifikasi, menurut informasi dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), adalah beras sosoh yang ditambahkan kernel beras fortikan agar memiliki kandungan gizi tertentu. Pada kemasan biasanya tercantum keterangan khusus sebagai beras fortifikasi. 

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Badan Pangan Nasional menjelaskan, beras fortifikasi bukan hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga diperkaya zat gizi mikro. Di antaranya vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi, serta zinc. 

Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyebut banyak konsumen terkecoh karena mengira beras fortifikasi adalah beras biasa. Padahal, harganya jauh lebih mahal dibanding beras premium maupun medium. 

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Harga beras fortifikasi tercatat mencapai Rp 90–130 ribu per 5 kg. Sebagai perbandingan, harga beras premium dengan ukuran sama hanya sekitar Rp 55–60 ribu. Jika beras fortifikasi menjadi satu-satunya pilihan, tentu akan memberatkan masyarakat. 

“Eskalasi harga beras di ritel modern sangat membebani konsumen. Banyak yang tidak sadar bahwa beras yang tersedia sebenarnya beras fortifikasi dengan harga 90–130 ribu per 5 kg,” ujar Niti dalam keterangan resminya, Minggu (7/9/2025). 

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================