
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi langkah Satpol PP dan Yayasan Rumah Kedua dengan menggandeng banyak pihak dalam gerakan anti bullying ini.
“Kebanyakan siswa tidak menyadari bahwa perundungan verbal bisa berdampak besar. Karena itu, mereka harus sepakat untuk saling menghargai dan tidak membully,” ungkap Jenal.
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga melibatkan keluarga dan guru agar proses belajar tidak terganggu akibat perundungan.
Dalam kegiatan di SMPN 8, siswa Astrid dan Zahra mengikuti permainan edukasi dengan menyusun kartu berisi gambar dan kata yang mengajarkan empati dan kepedulian.
Keduanya mengaku belum pernah menjadi korban bullying, tetapi sering menyaksikan temannya dibully. “Kegiatan seperti ini membuat kami lebih berani melapor jika melihat perundungan,” kata Astrid.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















