
BOGORTODAY.COM – Apip Ferdiansyah, siswa SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi saksi mata saat detik-detik atap bangunan sekolahnya ambruk dan menimpa puluhan siswa, Rabu (10/9/2025) pagi.
“Awalnya saya dengar suara gemuruh, saya kira anak-anak bercanda. Pas lihat ke atas, bangunan langsung ambruk menimpa teman-teman,” kata Apip.
Menurut Apip, peristiwa itu tidak hanya merusak satu ruangan.
“Ada tiga sampai empat kelas, korban sekitar 30 orang. Ada luka ringan, ada juga yang luka berat, banyak yang kepalanya bocor,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat,menyebut dari 30 siswa terdampak, 26 siswa lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka ringan, sementara satu orang mengalami patah tulang.
“Informasinya memang saat kegiatan belajar-mengajar, lalu tiba-tiba atap gedung runtuh menimpa siswa,” kata Ade.
Ade menambahkan, seluruh aktivitas sekolah untuk sementara dihentikan karena kondisi gedung dinilai berbahaya.
Petugas juga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan serta merencanakan perobohan terkendali untuk menghindari robohan susulan.
Hingga siang, petugas masih mendata korban dan memastikan seluruh siswa telah dievakuasi.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pihak sekolah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (CR4)
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















