
Dalam pidatonya, SBY menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak akan selalu berjalan mulus.
Seperti lautan yang kadang diterpa badai, bangsa ini akan menghadapi berbagai tantangan besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemimpin yang berani dan siap menghadapi situasi sulit.
“Ke depan, laut tidak selalu tenang bagi bangsa Indonesia. Bukan bulan purnama, mungkin datang topan badai. Oleh karena itu, siapa pun pemimpin negara, pemimpin bangsa, pemimpin pemerintahan, pemimpin partai politik, siapa pun must be ready to face a great challenge of the future. Agar kita sukses dan menang, menang terhormat, menang benar, menang mulia,” kata SBY.
SBY juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat pernah menghadapi tantangan serius di masa lalu.
Namun berkat keberanian, kebersamaan, dan kepemimpinan yang solid, tantangan itu bisa dilalui.
Ulang Tahun ke-76 SBY dan “Kutukan Pelukis”
Perayaan HUT Partai Demokrat kali ini juga bertepatan dengan ulang tahun SBY yang ke-76. Usai menyampaikan lukisan, SBY bersama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan jajaran partai melakukan pemotongan tumpeng.
Menariknya, SBY juga bercerita tentang “kutukan pelukis”. Menurutnya, seorang pelukis sering merasa tidak pernah puas dengan karyanya sendiri dan selalu ingin menyempurnakan lukisan tanpa henti.
“Dalam dunia seni, there is no perfection. Pelukis sering merasa belum puas, selalu ingin melanjutkan, memperbaiki, dan menyempurnakan. Itu yang disebut kutukan. Tapi kalau pesan lukisan sudah sampai kepada penonton, saatnya berhenti dan melanjutkan ke karya baru,” ungkapnya.
Pesan untuk Kader Demokrat
Melalui perayaan sederhana ini, SBY menekankan bahwa Partai Demokrat harus selalu siap menghadapi badai politik.
Dengan keberanian, kebersamaan, dan kepemimpinan, Demokrat diyakini dapat terus bertahan dan berkontribusi bagi Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















