Petani di Sukajaya Bogor Sukses Panen 40 Ton Bawang Merah, Hingga Bisa Ekspor ke Papua

BOGORTODAY.COM – Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciparay Makmur Berkah berkolaborasi dengan BUMDes Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, berhasil membudidayakan bawang merah di lahan seluas 3 hektare.

Panen perdana dari program ketahanan pangan desa ini bahkan menembus pasar hingga wilayah Papua Pegunungan.

Ketua KTH Ciparay Makmur Berkah, Firman Firdaus, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini berawal dari inisiatifnya bersama seorang ahli tani asal Garut yang mencoba eksperimen menanam bawang merah di bekas lahan terdampak bencana tahun 2020.

“Bibit yang kami tanam sekitar 3 ton oleh 13 kelompok tani. Hasil panen perdana dua hari ini mencapai kurang lebih 40 ton,” ujar Firman, Selasa (9/9/2025).

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

Firman menambahkan, hasil panen tidak hanya dipasarkan di pasar tradisional, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia Timur, termasuk Nabire, Manokwari, Jayapura, dan Papua Pegunungan.

Menurutnya, pengembangan bawang merah di wilayah Sukajaya sangat potensial. Selain masa panen yang relatif singkat, komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi menjanjikan. Karena itu, pihaknya berencana tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga pada pembibitan agar semakin banyak petani di wilayah tersebut bisa ikut menanam bawang merah.

Meski demikian, Firman mengakui masih banyak kendala yang dihadapi. Di antaranya keterbatasan tenaga ahli, minimnya peralatan pertanian, dan belum adanya fasilitas penunjang yang memadai.

BACA JUGA :  Gudang Rongsok di Babakan Madang Terbakar, Diduga Dipicu Percikan Las

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah dan dinas terkait. Selain bibit dan pupuk, kami juga membutuhkan peralatan pertanian agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.

Firman juga menyoroti pentingnya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk mempermudah akses pengangkutan hasil panen menuju gudang penyimpanan.

“Jalan sudah sempat diukur, tapi belum ada realisasi. Padahal saat hujan, kondisi jalan tanah ini sangat menyulitkan petani,” ujarnya.

Ke depan, KTH Ciparay Makmur Berkah bersama BUMDes Pasirmadang optimis bisa terus mengembangkan bawang merah sebagai komoditas unggulan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Bagi Halaman

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================