
“Melalui simulasi ini, kami bisa mengukur kinerja kognitif dan fisik dalam kondisi menyerupai Mars,” ujar Grace Douglas, peneliti utama CHAPEA.
“Wawasan ini membantu NASA mengambil keputusan penting agar astronaut tetap aman dan siap menjalankan misinya,” tambahnya.
Simulasi ini merupakan proyek permukaan kedua di bawah CHAPEA. Uji coba pertama selesai pada Juli 2024 dan menghasilkan data dasar yang sudah digunakan dalam perencanaan misi berikutnya.
Human Research Program NASA, yang memimpin proyek ini, terus meneliti tantangan perjalanan antariksa jangka panjang. Program ini juga mengembangkan strategi pendukung untuk eksplorasi lebih lanjut ke Bulan, Mars, dan tujuan lainnya.
NASA bukan satu-satunya yang menguji kehidupan Mars di Bumi. India juga melaksanakan misi analog serupa baru-baru ini.
Melalui badan antariksa nasional ISRO, India menguji dampak isolasi terhadap tubuh dan pikiran manusia. Simulasi dilakukan di habitat analog bernama Himalayan Outpost for Planetary Exploration (Hope) yang berlokasi di Ladakh.(mg2)
Editor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















