Espresso atau Cappuccino Setelah Makan, Mana yang Lebih Baik?

BOGORTODAY.COM – Minum kopi setelah makan kini bukan sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.

Namun, pilihan jenis kopi ternyata bisa berpengaruh pada kesehatan pencernaan. Lantas, lebih baik espresso atau cappuccino setelah makan?

Kopi Sebagai Teman Setelah Makan

Bagi pencinta kopi, menyeruput secangkir kopi setelah makan terasa pas. Selain menyegarkan, kandungan kafein dalam kopi juga bisa membantu menghilangkan rasa kantuk.

Meski begitu, ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua jenis kopi baik dikonsumsi setelah makan.

Espresso vs Cappuccino

  • Espresso
    Merupakan hasil ekstraksi kopi murni dengan rasa pekat, takaran kecil (30–50 ml), dan kandungan kafein tinggi.
  • Cappuccino
    Racikan espresso yang diberi tambahan susu dan foam. Rasanya lebih ringan, gurih, dan creamy berkat campuran susu.
BACA JUGA :  Gandeng Jakarta Bartender Club, STP Bogor Gelar 'Signature Session 2026' untuk Kupas Seni di Balik Bar

Menurut Dr. Karan Rajan, ahli bedah dari National Health Service (NHS) Inggris, espresso lebih disarankan setelah makan.

Alasan Espresso Lebih Baik

  1. Meningkatkan pencernaan
    Kafein dalam espresso merangsang produksi asam lambung dan motilitas usus, sehingga makanan lebih cepat dan efisien dicerna.
  2. Tak membebani lambung
    Dengan porsi kecil, espresso tidak menimbulkan beban berlebih pada sistem pencernaan.
  3. Tanpa tambahan susu
    Berbeda dengan cappuccino, espresso tidak mengandung laktosa yang bisa memicu perut kembung, mulas, atau gangguan pencernaan pada penderita intoleransi laktosa.

Bahaya Cappuccino Setelah Makan

Meski nikmat, cappuccino dianggap kurang ideal untuk diminum setelah makan karena:

  • Mengandung susu yang bisa memperlambat pencernaan dan menimbulkan masalah pada penderita intoleransi laktosa.
  • Ditambah pemanis atau gula, cappuccino berpotensi meningkatkan kalori berlebih dan lonjakan gula darah.
  • Bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat, apalagi jika dikonsumsi usai makan besar.
BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Fenomena kopi susu manis, termasuk tren kopi susu gula aren di Indonesia, semakin menambah risiko jika diminum setelah makan karena kandungan kalori dan gula yang tinggi.

Jika ingin minum kopi setelah makan, espresso lebih disarankan dibanding cappuccino. Rasanya memang lebih pahit dan pekat, tetapi justru lebih aman bagi pencernaan serta membantu tubuh mencerna makanan dengan baik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================